- Hakara.co.id - Rumah minimalis yang dibangun di tengah lingkungan rumah konvensional, akan terlihat sangat mencolok. Tapi dengan mengakomodasi beberapa elemen konvensional pada bagian depan rumah, perbedaan ini bisa diperhalus.
-
- Rumah bergaya minimalis digemari oleh berbagai kalangan. Mulai dari rumah kecil sampai rumah besar, rumah di pinggiran kota sampai di tengah kota, semuanya ingin mempunyai model rumah bergaya minimalis. Begitu pula yang diinginkan oleh Mr. Walter Kaminski. Pria ini adalah salah satu penyuka gaya minimalis untuk rumah tinggal.
-
- Gaya minimalis biasanya dibuat pada kondisi lingkungan yang juga bergaya hampir sama. Namun tidak begitu dengan keadaan rumah ini. Karena lokasinya yang terletak di tengah-tengah kompleks rumah yang bergaya klasik dan konvensional, maka Ir. Saeful Hadi, SY., MM. yang dipercaya untuk mendesain rumah tinggal ini memperhalus tampilan rumah sehingga tidak tampak mencolok. Sedangkan interiornya tetap dibuat minimalis.
-
- Rumah Sebagai Media transisi
- Latar belakang konsep desain untuk bangunan rumah tinggal milik Mr. Walter Kaminski ini adalah ingin menjadi pelopor perubahan terhadap bangunan-bangunan yang bergaya klasik, mediteran, tropis, dan konvensional menuju tataran konsep bentuk yang lebih modern dan mengedepankan sentuhan teknologi di wilayah Slipi, Jakarta Barat.
-
- Menurut sang arsitek, sebuah revolusi gagasan untuk membuat konsep desain yang modern dan pure minimalis (minimalis murni) ataupun kontemporer di wiliyah Slipi adalah sebuah ide yang sangat ekstrim. Karena seolah-olah melepaskan bangunan tersebut dari akar kultur dan lingkungan sekelilingnya. Namun menurutnya hal ini tidak ada tantangan arsitekturnya, karena ibarat membangun rumah baru di sebuah lingkungan yang kosong, atau membuat tulisan di atas kertas putih kosong.
-
- Dari pemikiran inilah, kemudian muncul ide bagaimana menciptakan bangunan tersebut sebagai media transisi konsep lama yang sudah ada di sekelilingnya ke arah konsep baru yang lebih modern dengan mengakomodasikan elemen-elemen konvensional tersebut di dalam bangunan yang akan dibangun ini.
-
- Gabungan Berbagai Unsur
- Untuk mewujudkan penggabungan antara berbagai unsur pada bangunan seluas 400 m2 dengan tanah seluas 300 m2 ini, maka dibuatlah beberapa cara penggabungan yang halus sehingga tidak terlihat dipaksakan. Unsur klasik yang menonjol diimplementasikan pada profil lisplang di sekeliling bangunan. Unsur mediteran diperlihatkan pada nuansa batu alam di beberapa sudut bangunan, untuk unsur tropis diwujudkan pada bentuk atap, dan unsur konvensional diimplementasikan pada posisi teras rumah yang berada tepat di tengah bangunan.
-
- Khusus untuk nuansa minimalis, diartikulasikan dengan beberapa cara, misalnya penggunaan genteng metal, pemakaian kaca dan bahan metal pada beberapa sudut bangunan, plafon gipsum yang dipasang drop dan floating, dan kombinasi elemen metal dan kaca pada bagian interiornya.
-
- Berbagai material digunakan di sini, dengan kombinasi yang apik, agar kesan modern tak hilang dari bangunan ini. Sudut pagar diberi susunan batu sirih, selain untuk mengakomodasi fungsi Feng Shui, juga sebagi focal point pada tampak depan rumah ini. Kitchen set pun dibuat bernuansa modern, dengan penggunaan material kaca, alumunium, dan stainless steel.
-
- (lia/http://www.tabloidrumah.com)