Bagaimana Membangun Kembali Ranah Minang

Bagaimana membangun kembali rumah, gedung dan bangunan infrastruktur yang benar agar meminimalisir Resiko Gempa…??

Sumatra Barat adalah daerah potensial gempa tertinggi di dunia karena merupakan episentrum pertemuan beberapa patahan lempeng bumi. Hal ini sebenarnya sudah dipahami oleh nenek moyang dan para leluhur ranah Minang sejak ratusan tahun lalu, terbukti dengan bentuk orisinil disain dan konstruksi rumah gadang adalah konstruksi yang sangat beradaptasi dengan daerah potensial gempa.
Untuk itu, marilah kita kembali pada Filososi “Rumah Gadang” dalam membangun kembali RANAH MINANG

Filosofi rumah gadang sebagai acuan disain massa bangunan di Sumatra barat:
  1. LEBIH BAIK MEMBUAT BANGUNAN SATU LANTAI ATAU MAKSIMAL DUA LANTAI SEPERTI RUMAH GADANG. Penataan ruang yang fungsional akan menghasilkan ukuran rumah yang optimal sehingga bangunan tak perlu bertingkat banyak.
  2. BUATLAH MASSA BANGUNAN SEDERHANA SEPERTI RUMAH GADANG YANG BERBENTUK SEDERHANA PERSEGI PANJANG ATAU BUJUR SANGKAR. Bentuk massa bangunan yang tidak beraturan akan potensial merubah gerakan amplitude transversal gempa menjadi gesekan terpusat yang akan menambah beban bangunan sehingga dapat meruntuhkan bangunan itu sendiri.
  3. GUNAKANLAH BAHAN MATERIAL RINGAN ATAU MATERIAL TIDAK PERMANEN SEBAGAIMANA YANG DIGUNAKAN DI RUMAH GADANG SEBAGAI PENGISI DINDING. Sebenarnya dinding tidak berfungsi sebagai penguat struktur, melainkan hanya sebagai elemen penyekat. Untuk itu sebaiknya untuk pengisi penyekat ruangan gunakanlah material ringan yang tidak permanent.
  4. BUATLAH BENTUK BANGUNAN YANG SIMETRIS SEPERTI RUMAH GADANG. Bangunan yang berbentuk simetris akan memiliki keseimbangan lebih tinggi dalam beradaptasi dengan goncangan.
  5. GUNAKANLAH PONDASI DALAM UNTUK SETIAP BANGUNAN BERTINGKAT. Kedalaman pondasi bangunan setidaknya sepertiga dari tinggi bangunan, bias menggunakan tiang pancang atau bore pile dengan dimensi sloof beton setidaknya 4 x 2 .
  6. RENCANAKAN TIANG KOLOM BANGUNAN BERBENTUK MODUL SEGI EMPAT BERATURAN. Bentuk tiang kolom yang teratur dengan jarak yang seragam akan memperkaku kondisi vertical bangunan.
  7. BUATLAH BANGUNAN DENGAN ARAH YANG SEJAJAR DENGAN BANGUNAN DI SEKELILINGNYA. Agar arah patahan gempa tidak tertahan sebaiknya dalam satu kawasan arah posisi bangunan sebaiknya saling sejajar dan sebagai patokan gunakanlah bangunan pertama atau bangunan terbesar di kawasan tersebut sebagai acuan.